Aku diantara hujan dan kamu
![]() |
| www.pinterest.com |
Ada yang tidak bisa saya gambarkan dari sebuah rasa antara aku, hujan,
dan kamu.
Kamu yang gemar sekali bangun siang saat hari libur seperti ini
justru bangun lebih dulu sebelum alarm berteriak-teriak. Aku tak heran, karena
kamu penyuka hujan sedang aku penyuka kamu yang menjadi penyuka rintikan air
dari langit itu. Semalam hujan berhasil membuat tidur kita semakin terlelap,
terlelap lebih dari biasanya.
Kamu yang selalu ingin mendapatkan hujan pertama di bulan Sepetember
bersamaku, dan entah bagaimana caramu meminta pada-Nya karena itu selalu
berhasil terjadi. Rintikan air pertama itu selalu jatuh saat kita sedang
berdua.
Rambutmu masih berantakan, tak juga kau mencuci mukamu. Masih dengan
kaos kesukaanmu yang tak lagi berwarna seperti aslinya dan celana pendek yang
kau pakai tidur semalam. Tak apa karena aku menyukaimu yang tak berpura-pura.
Perlahan sambil sesekali kamu memejamkan mata yang masih awas
dengan cahaya, kau membuka pintu rumah, sejenak melihat rumput dan tanaman
lainnya yang habis sudah dibasahi hujan hingga pagi ini, dihirupnya aroma
bebauan tanah yang menghidupkan menurutmu. Langkahmu mendekati semuanya, menuju
teras rumah.
Disana, kita taruh dua buah kursi yang memiliki sandaran sangat
empuk serta satu buah meja diantaranya. Sengaja kursi dan meja ini berwarna
sepadan, cokelat. Katamu, biar kita ikut menyatu bersama makhluk hidup yang
bernafas lainnya. Kau duduk disalah satu sisinya. Terdiam menikmatinya kemudian
berangan. Aku tahu itu.
Aku tak mau kalah mendapatkan pelukan dari hujan dan sejuknya pagi
ini. Aku ingin ikut duduk disatu sisi kursi yang masih kosong itu yang memang
tempatku, berada disampingmu. Aku menuju teras dengan dua cangkir minuman
ditanganku.
Satu untukku minum sendiri, sisanya untukmu. Secangkir teh manis
favoritku dan secangkir kopi hitam kesukaanmu. Buatku keduanya menenangkan,
seperti halnya pagi ini.
Bersamamu, ku hirup nafas dalam-dalam memastikan kesejukkan udara dipagi
hari dengan rintikkan hujan dari semalam, secangkir teh dan kopi, duduk diteras
dengan beribu kenyamanan, dalam angan kita masing-masing ku yakini untuk hanya
bersamamu... Pagiku selalu berhasil menjadi lengkap.



Komentar
Posting Komentar