2580++

www.pinterest.com

Dear, Phoe.

Kira-kira 2580 menit yang lalu... Aku masih bisa mencium baumu dengan hidungku bukan dengan sisa baju yang sengaja kau tinggal di lemariku. Aku masih bisa melihatmu dengan mataku bukan dengan layar handphone saat aku membuka galeri atau saat kita ber-video call. Aku juga masih bisa menyentuhmu dengan kulitku bukan dengan sentuhan-sentuhan maya dibenakku.

Berjarak denganmu bukanlah hal yang mudah. Berada sejauh 500 kilometer lebih darimu bukanlah hal yang aku inginkan, begitupun kamu.

Tak bisa juga memaksa bertemu jika belum waktunya. Pertemuan-pertemuan yang tak kunjung tiba, ingatan yang selalu meminta kenangan berputar akan melahirkan tangisan kerinduan. Dan akhirnya, pertemuan itu dikabulkan Tuhan, kemarin.

Aku tahu Phoe, seberapapun lamanya waktu pertemuan kita jika itu masih berujung dengan kembali berjarak, pertemuan itu tak akan pernah cukup. Rindu itu terus tumbuh dan menjalar ke seluruh bagian dariku.

Phoe, aku akan terus mengingatmu disini dengan senyuman dan harapan. Terima kasih atas pertemuan singkatnya kemarin. Terima kasih sudah meluangkan waktu saat waktumu sedang tak longgar.

Berjuang disana, aku pun disini. Berpeluh keringat dalam perjuangan akan terus aku lakukan karena daftar impian kita masih panjang. Jangan berhenti karena jarak. Jangan menyerah karena berjauhan.

Sampai jumpa di pertemuan berikutnya, Phoe. Aku selalu menunggu...

Komentar