Bermain di Kebun Belakang

exofanfiction.files.wordpress.com

Di satu rumah saya tinggal, lengkap dengan halaman depan dan belakangnya. Saya menetap disana sudah sekian-sekian tahun kemarin dan akan tetap begitu untuk sekian-sekian tahun kedepan. Bisa jadi selamanya, karena saya hanya memiliki satu dan tak ada lagi.

Saya lebih suka berada di dalamnya, walaupun sederhana dan kecil tapi begitu menghangatkan dan menyamankan.

Kalaupun saya hendak bermain, tanpa bermaksud untuk menutup mata atau menganggapnya tak pernah ada, sebenarnya bermain ke taman depan lebih aman daripada saya harus di kebun belakang. Berenang di sungai yang jernih akan lebih menyenangkan dibanding harus berendam di kali yang keruh.

Jika menengok ke belakang hingga membuat kepala dan hati kembali terkilir: UNTUK APA?

Jika kembali hanya untuk mencari tahu yang sebaiknya tak diketahui dan merusak sesuatu di saat ini yang sedang baik-baik saja: UNTUK APA?

Jika melangkahkan kaki berpulang ke pintu masa lalu, menjadikan kesulitan mencari jalan kembali ke pintu masa depan: UNTUK APA?

Saya lebih suka bermain dengan ayunan yang kuat dibanding dengan papan jungkat-jungkit. Karena setidaknya yang menggerakannya adalah angin, bukan berat yang tak berimbang.

Komentar

Postingan Populer