Sederhananya, Es Teh (Manis)

http://terato.heck.in/

Lately, Rainbow cake dan red velvet mulai kehilangan popularitasnya. Tergantikan dengan makanan ala indonesia yang di modifikasi agar terlihat lebih modern, seperti martabak dan kue cubit yang dibuat dengan berbagai rasa kekinian.

Minuman pop ice juga pernah sangat berjaya, sebelum akhirnya minuman jenis shake-shake lainnya hadir dengan berbagai varian. Kemudian di susul dengan minuman "es campur" ala taiwan, bubble tea, dan silky puding misalnya.


"We are all irreplaceable, but the classic ones won’t be just gone when the new ones come. They stay still."


Segala jenis makanan dan minuman boleh datang silih berganti, memanjakan perut yang suka meronta diberi perhatian lebih. Tapi es teh tetap punya konsumen tetap - seperti halnya pada martabak dan kue cubit.

Kamu bisa bayangkan betapa nikmatnya sarapan dengan nasi uduk atau bubur ayam lengkap dengan lauk-lauk pendampingnya atau makan siang dengan sayur asem, tempe goreng, dan sambal terasi.

Pada akhirnya, manusia butuh pulang. Pulang kepada rasa yang sama, yang tak tergantikan oleh waktu dan zaman.

Euforia memang seru, sesekali mungkin kau juga butuh menikmatinya, tapi itu sesaat. Yang sederhana - seperti segelas es teh (manis) - lebih punya kekuatan untuk bertahan.

Kesederhanaan adalah kekuatan yang jauh dari hingar bingar. Karena sebenarnya hal yang sederhana akan membawa kebahagiaan yang tak sederhana.

Kau tak akan pernah tahu, betapa dirindukannya ia.

Karena ia,
Sederhana.

Komentar

Postingan Populer