Malam minggu terakhir
"Tapi bagi kami yang selalu payah pada jarak yang bahkan tak sampai sejengkal, jarak sejauh ini adalah mimpi buruk"
![]() |
| www.tumblr.com |
Aku ingin menyapamu, dalam
malam mingguku yang menyenangkan. Bukan ingin pamer, tapi iya aku baru pulang dari
kencanku malam ini bersama, Phoe.
Kami banyak tertawa dengan
air mata hari ini. Setelah malam minggu ini, malam minggu kita yang selanjutnya
akan jadi entah kapan bersama lagi. Bukan, bukan malam minggu terakhir seperti yang kamu kira, kami hanya akan menjalani hubungan jarak
jauh, ini malam minggu terakhir sebelum kami berjarak dengan waktu yang tak bisa kami tentukan lagi. Tidak sejauh yang kamu bayangkan, hanya Jakarta – Jogja, hanya kurang
lebih 500 kilometer.
Mungkin ini terlalu
berlebihan buatmu, tapi bagi kami yang selalu payah pada jarak yang bahkan tak
sampai sejengkal, jarak sejauh ini adalah mimpi buruk. Mimpi buruk ini dalam
beberapa hari lagi akan menjadi nyata, ia seperti sudah menanti untuk
menjemputku di depan pintu gerbang ‘selamat jalan, jogja’.
Aku tidak ingin
mendramatisir bagian per bagian yang terjadi malam ini, tapi kalau boleh jujur
ketika menulis ini air mataku beberapa kali menetes dan kemudian aku tertawa. Kamu
tau? Senang dan sedihku sedang melebur bersama yang entah bisa ku sebut apa
rasa yang satu ini. Aku sedang menangis dan tertawa dalam satu waktu.
Kalau ada kalimat yang boleh
aku sampaikan pada Phoe, itu akan berbunyi:
Phoe, terima kasih untuk
malam minggu-malam minggu sebelumnya, malam minggu ini memang bukan yang paling
spesial, tapi malam ini punya memori yang kuat untuk ku ingat nanti, kalaupun
di kemudian hari aku lupa, aku hanya tinggal membuka tulisan ini di blog ku. Dan
aku pasti kembali meneteskan air mata dan senyum lebar di satu waktu. Selamat menjalani
malam-malam berikutnya, Phoe. Di kotaku yang tanpamu, dan di kotamu yang
tanpaku.



.. cieeee...
BalasHapushihi jadi maluuuu :)
Hapus