Aku (Pernah) Menyukainya

tumblr.com

Aku merasa bodoh, aku menyukai dia yang tak juga menyayangiku, bahkan ketika aku tau begitu, aku tetap menyayanginya.

Aku merasa bodoh, ketika aku menarik diri dari keramaian dan air mataku jatuh saat kami berada pada satu moment yang sama tapi tak sedikitpun dia menatapku.

Aku merasa bodoh, saat aku bisa tersenyum sangat lebar ketika dia hanya sekedar menyapaku waktu kami tak sengaja bertemu.

Aku merasa bodoh, ketika aku selalu mencari cara agar pesan singkat di handphoneku terus dibalasnya, agar aku punya waktu yang lama untuk berbicara dengannya.

Aku merasa bodoh, saat bertemu dengannya yang bisa kulakukan hanya diam atau tersenyum kecil, karena aku tak ingin ketahuan bahwa sekujur tubuhku gemetar dan detak jantungku yang tak karuan hanya karena melihatnya sedekat ini.

Aku merasa bodoh karena aku menyukainya. Aku merasa bodoh dengan semua sikapku saat aku menyukainya.

Tapi aku merasa lebih bodoh lagi, ketika aku seperti ini dan tetap merasa baik-bak saja. Aku lebih bodoh ketika aku tau ini tak berjalan, kemudian aku memaksa untuk menyanginya, terus dan terus.

Aku tau, aku tak sebodoh ini seharusnya.

Aku tau cinta yang baik tak akan membuatku menunggu sedetikpun, karena sebelum aku menunggu dia sudah sedetik lebih dulu menghampiriku.

Aku tau cinta yang baik tak akan mebiarkanku menangis sendiri, karena sebelum air mataku jatuh dia sudah sedetik lebih dulu mendekapku dengan erat.

Aku tau cinta yang baik tak akan membuatku merasa lelah berjuang, karena sebelum aku jatuh kelelahan dia sudah sedetik lebih dulu menangkap tubuhku dan mengatakan bahwa aku tak berjuang sendiri.

Cinta yang baik hanyalah ketika kau merasa juga dicintai. Pergilah, ketika kau merasa mulai tak dihargai, karena cinta bukan harga untuk dirimu pantas direndahkan.

Tulisan ini untuk kamu yang pernah aku suka dalam diam. Dan saat aku menulis ini, aku sudah pergi jauh, lebih dari seribu langkah. Aku sudah jauh dari pengharapanku yang lalu.
Aku tau, aku bukan orangnya. Maka aku berhenti, berhenti untuk menyukainya. Berani menjauh dan pergi. 

Terimakasih atas pengharapan yang aku buat sendiri dalam khayalanku. Terimakasih pernah membuatku begitu bersemangat. Terimakasih pernah membuatku begitu bahagia walau ku tau dia tak pernah menyadarinya. Terimakasih, pernah ada dalam ketiadaan yang sebenarnya.


Aku berdoa, untuknya. Semoga dia juga menemukan cinta yang baik, seperti aku yang sudah menemukan dia yang baik, Phoe. 

Komentar

Postingan Populer