Kehadiran Phoe
“Pada malam-malam yang larut aku hanya ingin kau dan aku saja yang tahu. Aku ingin membagi dan menghabiskannya bersamamu. Aku benar-benar takut jika ada kuping-kuping bergentayangan mendekati bibir kita. Tapi aku justru rela jika banyak mata yang haus dan menelisik dibalik barisan kalimat yang dirangkai oleh tangan-tangan kita”. – Putri
Satu malam di satu hari kemarin, aku dan phoe terlibat
dalam sebuah obrolan yang seru, kami merencanakan sesuatu, tentunya kami
berbicara via gelombang elektromagnetik. Kau tau apa yang membuatku sangat
senang mendengar ide darinya? Aku dan phoe akan berbagi lebih banyak. Iya, Phoe
akan bergabung denganku di sini.
Betapa lucunya dia, ketika dia tak ingin membiarkan ku
sendiri, walaupun aku hanya dalam bentuk tulisan.
Phoe akan hadir menemani tulisan-tulisanku. Kami
bersanding tapi mungkin akan terdengar tak seirama. Tak apa buatku, aku dan
phoe bersatu karena berbeda. Setidaknya disatu titik ini aku dan phoe akhirnya
menyadari bahwa kita punya satu kesamaan, kami mencintai rangkaian huruf.
Kau akhirnya bisa bertemu seperti apa phoe yang sering ku
sebut-sebut di hampir seluruh tulisanku. Kau ingin tahu? Setelah ini mungkin tulisan phoe
akan hadir entah satu menit dari sekarang, atau besok, atau besoknya lagi, atau
entah kapan. Dan mulai sekarang,
aku dan phoe sepakat membagi ‘kita’ disini.



Komentar
Posting Komentar