Tentang Magnet
BY: PHOE
Halo
teman-teman, aku phoe. Orang yang sering wanita pemilik blog ini sebut-sebut di
beberapa tulisan sebelumnya. Nama ini dia ambil untuk nama panggungku di
blognya. Aku muncul disini sebagai antipati sekaligus suporter dari cewek penggemar
buah mangga ini. Aku juga suka menulis dan melahap tulisan-tulisan. Bedanya,
aku lebih ilmiah dari putri. Tapi apa
salahnya kalo aku ikut menulis diblog dia sebagai intermezzo. Bukannya memang pacaran yang baik itu didasari dari
spirit kebersamaan dan saling berbagi? Termasuk berbagi blog juga. Hehe
Dan seperti yang teman-teman tahu,
aku adalah pacar putri. Mungkin bagi teman-teman yang tidak mengenal kami ini
bukan hal yang mengejutkan. Tapi, bagi circle
of friend kami, ini tentu saja gosip baru yang asik dikonsumsi. Kok bisa? Karena kita berada di satu
lingkungan yang sama, satu bangunan kampus yang sama, jurusan yang sama, dan
bahkan kelas yang sama.
Dari 2011 sampai akhirnya 2015 kita
kenal. Empat tahun kita lalui begitu saja tanpa ada usaha untuk menjelajahi
satu sama lain lebih dalam. Ya, kita hanya teman selama hampir setengah dekade
itu. Banyak hal yang aku tahu tentang dia, aku pikir dia hanya cewek normal
yang biasa kita temukan di sudut-sudut kampus, ternyata? Ya memang benar. Dia
cewek normal tanpa kelebihan apapun. Biasa. Usual.
Tidak istimewa.
Sampai pada akhir momen kita sebagai
teman di 2015, tahun yang penuh pertarungan buat dia (mamanya tercinta
meninggal ditahun ini dan dia harus bertarung dengan deadline skripsi juga) aku
yang tidak peka ini akhirnya menyadari bahwa masing-masing dari kita memang
saling membutuhkan. Maret sampai agustus ditahun ini dipenuhi dengan
perhatian-perhatian khas cewek yang sedang
jatuh cinta. Aku yang sudah berteman dengannya bertahun-tahun bisa
melihat beda gaya chatting-nya dan
sikapnya.
Aku merasa cewek ini pasti
menyembunyikan sesuatu dibalik perhatiannya, mungkin ada mesin pemintal yang
memintal benang-benang kasih sayang dan berusaha merajut kita menjadi satu.
Dia, cewek yang tidak istimewa ini, berani masuk ke duniaku yang kejam. Yang
dekat dengan ketidakpastian dan hal-hal yang tidak normal. Aku adalah orang
yang gila dengan hal-hal liar dan ekstrem, jauh dari dia yang berkarakter
stereotip orang pada umumnya. Dia seperti pawang yang berlenggok, mencoba
menaklukan velociraptor dalam jurassic world.
Di 2011 aku sempat memutuskan untuk
menjauh dari hal-hal bertemakan cinta. Aku sungkan untuk memasukan diriku ke
benalu itu. Aku sudah muak dengan kontras yang diperlihatkan percintaan ideal
gaya novel ataupun sinetron remaja ditelevisi dengan kehidupan nyata. Menurutku
mereka semua adalah murni alat dagang dan kebohongan. Tidak jauh-jauh,
keluargaku sendiri menjadi bukti bahwa cinta itu wujud yang rumit dan tidak
berpola. Yang membuatku menjauh sejauh-jauhnya dan memutuskan untuk konsentrasi
ke karir.
Tapi pandangan itu tak bertahan lama
ternyata. Setelah tujuh semester fokus ke karir membuatku sadar juga bahwa yang
terpenting itu bukan berjalan tangguh sendirian, tapi berjalan biasa bersama-sama
karena kebahagiaan tidak akan sempurna kalo kita nikmati sendirian. Contoh
kecilnya, aku mulai mempedulikan penampilan, dengan asa bisa kembali menjadi
orang biasa lagi dan bisa mulai mencintai lagi.
Akhirnya aku dipertemukan dengan
cewek biasa ini. Teman sekelas sendiri. Teman main, yang baik fisik maupun personality-nya sama sekali tidak istimewa.
Tapi dia seperti datang atas utusan yang maha kuasa dan bertugas mengingatkan
seorang phoe untuk ditampar keras-keras. Untuk segera sadar bahwa orang
berbakat seperti phoe tidak sepantasnya terjerumus lama di lubang trauma dan
imaji-imaji tentang kebohongan dan kepalsuan cinta.
Aku senang kamu datang disaat yang
tepat, kekasih. Saat rinduku akan cinta dan kasih sayang yang murni tanpa batas
tuhan wujudkan dalam diri dan tindakanmu padaku. Aku senang untuk membalas
sayangmu walaupun belum sebesar yang kamu berikan tapi aku berusaha. Ayo kita
berbahagia bersama, dengan cara kita, dengan waktu yang ada, dengan kedua hati
ini yang bagai magnet berbeda kutub. Saling tarik-menarik walaupun berbeda
adanya.


Komentar
Posting Komentar