Aku patah, ketika ku tau ‘kita’ tak ber’dua’
![]() |
| tumblr.com |
Apa
yang lebih menyakitkan dibanding dengan sakitnya ditinggal sang kekasih?
Terlebih dia pergi karena ada seseorang lainnya yang sudah siap pasang
kuda-kuda untuk menggantimu disana, dihatinya.
Patah
hati.
Aku
menyebutnya dengan patah hati. Coba ceritakan padaku siapa yang belum pernah
merasakan rasanya pedih dari sebuah rasa cinta yang tak terbalas? Atau dari
sebuah rasa sayang yang sudah banyak kau beri tapi kau tetap terabaikan? Kalau ada, aku tak tau apakah kau sangat
beruntung atau justru aku harus menaruh iba padamu. Mungkin makhluk setampan
Adam Levine pun pernah mengalaminya, atau Anne Hathaway yang cantiknya udah
melebihi batas wajar mungkin pernah menangis karena putus cinta.
Yang
aku tahu, hubungan yang benar adalah terdiri dari dua orang, dua hati, dua senyawa,
bukan lebih apalagi kurang. Jadi, jika ada tiga-empat-lima-atau-tiga belas
orang didalamnya itu berarti kau sedang kerja kelompok, bukan sedang
berpacaran.
Sebagai
perempuan yang memiliki kekasih (aku menyebutnya dengan kekasih, karena kasus
ini tak hanya berlaku bagi pasangan dalam masa pacaran saja, pasangan yang
sudah terikat sehidup-semati-pun bisa saja mengalaminya), kemudian kekasihmu
tak lagi ‘ada’. Dia ada, secara fisik,
tapi ketika pun kau bertemu dengannya, kau tetap merasa dia tak lagi ‘ada’.
Aku
tak pernah mengerti bagaimana proses perselingkuhan bisa begitu saja terjadi.
Entah karena bosan, atau karena menemukan seseorang lainnya dengan paras yang
lebih menawan, atau karena kurang bersyukur, atau menemukan sosok yang
dipikirnya lebih ‘baik’? (tapi ku pikir, perempuan baik tak mungkin mau
menempatkan dirinya sebagai sosok ‘pengganti’ saat yang digantikan masih ingin
tinggal)
Sesekali,
aku ingin melihat isi kepala orang-orang yang tega menduakan hati pasangannya.
Bagaimana bisa dia berbalas pesan-pesan mesra dengan yang lain saat pasangannya
membalas pesannya dengan: “Kamu, aku sayang kamu. Aku bersyukur, Tuhan
memberikanku kesempatan memilikimu.” Bagaimana bisa dia asik-asik jalan ke
mall, bergandengan tangan, nonton film terbaru di bioskop saat pasangannya
menelfon: “Sayang, jangan lupa makan, semangat kerjanya, aku gak akan ngebiarin
kamu berjuang sendirian, kita berjuang sama-sama.” Dan bagaimana bisa dia terus
berbohong, membohongi pasangannya, menutup kebohongan dengan kebohongan
lainnya, dan jika satu saat pasangannya mengetahui sesuatu dan menanyakannya
justru dia yang lebih marah, memaki, atau diam kemudian pergi. Meninggalkan
pasangannya yang (dianggapnya) tak lebih baik dari perempuan itu.
Kalau
sudah begitu, siapapun yang sedang menyayangi dengan sangat dan berada pada
posisi yang diselingkuhi, dunia akan menjadi gelap gulita, apapun menjadi
abu-abu, hilang semangat, bahkan yang tak kuat-kuat iman bisa jadi hilang
nyawa.
Aku
tak pernah menyalahkan bagaimana setiap orang menghadapi rasa patah hatinya. Setiap
orang berhak memilih caranya sendiri dalam mengahadapi patah hati. Kau boleh
saja menghapusnya dari semua social mediamu, kau boleh saja mem-block semua
akses komunikasinya denganmu, kau boleh mengganti nomer handphonemu, kau boleh
makan es krim atau cokelat sepuasmu, apapun itu. Jika kau merasa lebih tenang,
lakukanlah. Selagi bukan merugikan orang lain atau merugikan dirimu, aku
membenarkannya.
Aku
belajar sabar dan keikhlasan dari Mama. Bukan, bukan karena Mama pernah
diselingkuhi, bukan. Bapak tipe laki-laki idamanku, dia setia pada Mama. Hingga
Mama tak lagi bisa menemaninya pun, Bapak terus menyayangi Mama.
Aku
tak punya kata-kata untuk kamu yang hubungannya sedang tak ber’dua’. Ikhlas dan
sabar. Biarkan dia pergi bersama orang yang (dipikirnya) lebih baik. Lepaskan.
Kau tau? Patah hati seperti ini menguatkanmu, kecewamu akan lebih banyak
memberikan pelajaran untukmu. Tak perlu khawatir, Tuhan selalu memberikan yang
pantas bagi hati yang utuh.
Berdoa
saja, semoga perempuan lain itu memang lebih baik menjaganya dari pada kamu.
Semoga dia bisa memberikannya kebahagiaan yang belum dia dapatkan darimu.
Semoga dia tak lagi merasa kurang. Semoga dia benar melengkapinya. Semoga hubungan
mereka bertahan lama, walau bahagia mereka diawali dengan menyakiti hati orang
lain terlebih dahulu.
Tapi jika tidak, dan dia kembali mencarimu karena ingin bersamamu lagi. Sebagaimana pun rasa sayangmu yang masih tertinggal terhadapnya, ku sarankan, pikir dua kali-tiga kali-empat kali-lima kali-atau tujuh ribu tiga ratus empat puluh sembilan kali. Dia pernah mengabaikanmu saat sekalipun kau tak pernah terpikir untuk pergi meninggalkannya.
Tapi jika tidak, dan dia kembali mencarimu karena ingin bersamamu lagi. Sebagaimana pun rasa sayangmu yang masih tertinggal terhadapnya, ku sarankan, pikir dua kali-tiga kali-empat kali-lima kali-atau tujuh ribu tiga ratus empat puluh sembilan kali. Dia pernah mengabaikanmu saat sekalipun kau tak pernah terpikir untuk pergi meninggalkannya.



Komentar
Posting Komentar