Ku Sebut, Hujan
![]() |
| tumblr.com |
Saat
aku menulis ini, bersamaan dengan hujan yang turun sangat lebat, entah turun
membawa anugerah atau turun karena tangis. Katanya, hujan itu hanya air, tak
perlu ada yang kau takuti dari air yang turun dari langit itu. Aku terdiam
bukan sedang takut pada hujan, melainkan pikiranku yang lain sedang bekerja dan
dia berbunyi “Tidak ada yang indah dari hujan”.
Aku
tidak sedang memaki atau menyesali karena bulan desember akan aku lalui dengan
banyaknya genangan air dijalan. Tapi aku tidak menolak kalimat yang entah dari
mana itu berasal, ada yang aku iya-kan dari kalimat itu. Tidak ada hal yang
indah dari hujan selain membantu para petani menyuburkan ladangnya, selain
makhluk hidup tidak bisa hidup tanpa air, sisanya hujan hanya tentang basah, membatalkan
janji, genteng bocor, sakit flu dan becek.
Ada
yang mengartikan hujan itu kebahagiaan, ada yang bilang hujan itu romantis, ada
yang mencintai hujan hingga tiap kali hujan datang ia tak perlu berteduh pada
apapun. Jika ada yang mencintai hujan, pastilah ada yang membencinya. Adakah
yang membenci hujan? Banyak. Kau tak percaya? Lihatlah deretan status sosial
mediamu saat turun hujan, berapa banyak dari ratusan temanmu itu yang pandai mengumpat
soal hujan. Atau kau salah satunya?
Aku sedang tidak mencintai atau membenci hujan, aku hanya sedang berdiam diri di kamarku yang sudah aku tempati sejak 4 tahun yang lalu. Aku memiliki banyak kenangan disini, termasuk bersama hujan. Hari ini aku hanya ingin berterimakasih, karena tetesan air yang bertubi-tubi itu mampu membawa ingatan yang sempat lenyap, tiba-tiba hadir bersamaan dengan suara-suara air yang jatuh menabrak tanah-tanah yang tandus dan akan kusebut dia dengan, Hujan ingatan.
Aku sedang tidak mencintai atau membenci hujan, aku hanya sedang berdiam diri di kamarku yang sudah aku tempati sejak 4 tahun yang lalu. Aku memiliki banyak kenangan disini, termasuk bersama hujan. Hari ini aku hanya ingin berterimakasih, karena tetesan air yang bertubi-tubi itu mampu membawa ingatan yang sempat lenyap, tiba-tiba hadir bersamaan dengan suara-suara air yang jatuh menabrak tanah-tanah yang tandus dan akan kusebut dia dengan, Hujan ingatan.
Ps: Tulisan ini ku tulis saat bulan desember lalu, saat hujan lebat, dan banyaknya ingatan yang muncul bersamaan dengan derasnya air hujan yang turun saat itu.



Komentar
Posting Komentar